{"slug":"remap-keyboard-key-keyd-wayland-linux","locale":"id","isFallback":false,"translationAvailable":["en","id"],"translationUrls":{"en":"/api/notes/remap-keyboard-key-keyd-wayland-linux?locale=en","id":"/api/notes/remap-keyboard-key-keyd-wayland-linux?locale=id"},"title":"Remap Tombol Keyboard dengan keyd di Linux Wayland","description":"Cara meremap tombol nganggur di Linux Wayland buat langsung buka Claude dengan satu ketukan — menggunakan keyd, solusi paling bersih untuk key remapping.","date":"2026-03-29","updated":null,"tags":["linux","ubuntu","keyd","keyboard","wayland"],"content":"\nDi sudut kanan bawah keyboard MSI Modern 14 saya, ada satu tombol yang posisinya mepet banget di antara Alt GR dan Fn — tombol yang sejak hari pertama laptop ini saya pakai, belum pernah sekalipun saya pencet. Bukan tombol yang buruk. Cuma... menganggur terus.\n\nDaripada dibiarkan begitu, saya putuskan buat manfaatinnya. Idenya simpel: remap ke <kbd>Super</kbd> + <kbd>2</kbd>, yang sudah saya assign ke Claude di GNOME. Satu ketukan, langsung ke AI yang sekarang jadi andalan saya sehari-hari — nulis, ngoding, debugging. Saya pikir ini urusan lima belas menit.\n\nTernyata tidak.\n\n## Kenapa keyd?\n\nDi Wayland, `xmodmap` sudah tidak jalan — itu alat lama yang bergantung pada X11. `keyd` bekerja di level kernel input, jadi bebas dari display server mana pun. X11 atau Wayland, sama saja. Sintaks konfigurasinya juga cukup bersih begitu sudah paham polanya.\n\n## Step 1: Install keyd\n\n`keyd` tidak tersedia di repositori apt Ubuntu secara default, jadi harus build dari source:\n\n<Steps>\n  <Step>\n\n### Install dependensi build dan clone repo-nya\n\n```bash\nsudo apt install git make gcc -y\n\ngit clone https://github.com/rvaiya/keyd\ncd keyd\n```\n\n  </Step>\n  <Step>\n\n### Build dan install\n\n```bash\nmake && sudo make install\n```\n\n  </Step>\n  <Step>\n\n### Aktifkan dan jalankan service-nya\n\n```bash\nsudo systemctl enable keyd\nsudo systemctl start keyd\n```\n\n  </Step>\n  <Step>\n\n### Cek versi untuk memastikan berhasil\n\n```bash\nkeyd --version\n# keyd v2.6.0\n```\n\n  </Step>\n</Steps>\n\n## Step 2: Cari Nama Key yang Benar\n\nJangan tebak-tebakan. Gunakan `keyd monitor` untuk tahu nama persis yang dikenali keyd dari tombol fisik kamu:\n\n```bash\nsudo keyd monitor\n```\n\nTekan tombolnya. Di kasus saya, outputnya:\n\n```\nkeyd virtual keyboard    102nd down\nkeyd virtual keyboard    102nd up\n```\n\nNama keynya adalah `102nd`. Catat ini — akan dipakai di file config.\n\n## Step 3: Buat Config-nya\n\n```bash\nsudo mkdir -p /etc/keyd\nsudo nano /etc/keyd/default.conf\n```\n\nPaste ini:\n\n```ini\n[ids]\n*\n\n[main]\n102nd = M-2\n```\n\nAda dua hal yang bikin saya nyangkut sebelum ini akhirnya jalan:\n\n| ❌ Salah | ✅ Benar | Alasan |\n|---|---|---|\n| `102key` | `102nd` | Nama key tidak tepat |\n| `meta+2` | `M-2` | keyd pakai singkatan huruf untuk modifier |\n\nReferensi singkatan modifier di keyd:\n\n| Simbol | Modifier |\n|---|---|\n| `M` | Meta / Super (tombol Windows) |\n| `C` | Control |\n| `A` | Alt |\n| `S` | Shift |\n\n## Step 4: Restart dan Verifikasi\n\n```bash\nsudo systemctl restart keyd\n```\n\nJalankan lagi `keyd monitor`, tekan tombolnya. Kalau remap berhasil, outputnya akan seperti ini:\n\n```\nkeyd virtual keyboard    leftmeta down\nkeyd virtual keyboard    2 down\nkeyd virtual keyboard    2 up\nkeyd virtual keyboard    leftmeta up\n```\n\nKalau `leftmeta` dan `2` sudah muncul bareng seperti itu, artinya remap-nya sukses.\n\n## Step 5: Sambungkan ke GNOME Custom Shortcut\n\nkeyd sudah mengirim sinyal yang benar, tapi GNOME tetap butuh tahu mau ngapain dengan sinyal itu. Buka **Settings → Keyboard → Custom Shortcuts**, tambah entri baru:\n\n- **Name:** Claude (atau nama apapun)\n- **Command:** `xdg-open https://claude.ai`\n- **Shortcut:** <kbd>Super</kbd> + <kbd>2</kbd>\n\n<Callout variant=\"warning\" title=\"Jangan Biarkan Field Command Kosong\">\n  keyd akan mengirim sinyal <kbd>Super</kbd> + <kbd>2</kbd> dengan benar, tapi GNOME tidak akan melakukan apa-apa kalau field Command-nya kosong. Pastikan command-nya terisi sebelum save.\n</Callout>\n\n## Config Final\n\n```ini\n[ids]\n*\n\n[main]\n102nd = M-2\n```\n\nSegitu aja config lengkapnya yang jalan. Karena keyd berjalan sebagai systemd service, remap ini langsung aktif otomatis setiap boot — tidak perlu startup script tambahan.\n\n---\n\nTombol yang dulu menganggur itu sekarang punya satu tujuan yang jelas: buka Claude seketika, dari mana pun saya sedang bekerja di desktop. Kalau kamu punya tombol serupa yang belum kepake, `keyd` adalah cara paling clean buat manfaatinnya di Linux — terutama di Wayland. Pastikan nama key dan sintaks modifier-nya benar dari awal, sisanya tinggal jalan sendiri.\n\nAda use case lain buat keyd? Cerita di kolom komentar — saya penasaran tombol apa yang kamu remap.\n"}